Tafsir An Nisa Ayat 170-176 (Tafsir Hidayatul Insan)

Ayat 170: Ajakan kepada manusia untuk beriman kepada Al Qur’an dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta peringatan terhadap kufur kepada keduanya

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمُ الرَّسُولُ بِالْحَقِّ مِنْ رَبِّكُمْ فَآمِنُوا خَيْرًا لَكُمْ وَإِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا (١٧٠

Terjemah Surat An Nisa Ayat 170

170.[1] Wahai manusia! Sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah (kepadanya), itu lebih baik bagimu[2]. Dan jika kamu kafir, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Ayat 171-172: Pandangan Al Qur’an terhadap Nabi Isa ‘alaihis salam, penafian (peniadaan) ketuhanan Al Masih putera Maryam ‘alaihis salam, penjelasan tentang kafirnya orang-orang Nasrani, serta ghuluw (berlebihannya) mereka terhadap Al Masih karena keyakinan mereka bahwa ia adalah anak Allah Subhaanahu wa Ta’aala, atau salah satu dari yang tiga, Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu. Demikian pula menerangkan tentang ‘aqidah trinitas yang batil

Lagi

Iklan

Tafsir An Nisa Ayat 162-169 (Tafsir Hidayatul Insan)

Ayat 162: Pujian kepada orang-orang mukmin dan orang yang beriman dari kalangan Ahli Kitab serta apa yang akan mereka peroleh berupa pahala yang besar
لَكِنِ الرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ مِنْهُمْ وَالْمُؤْمِنُونَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَالْمُقِيمِينَ الصَّلاةَ وَالْمُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالْمُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ أُولَئِكَ سَنُؤْتِيهِمْ أَجْرًا عَظِيمًا      (١٦٢)
Terjemah Surat An Nisa Ayat 162
162.[1] Tetapi orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka[2], dan orang-orang yang beriman[3], mereka beriman kepada (Al Quran) yang diturunkan kepadamu, dan kepada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu, begitu pula mereka yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada Allah dan hari kemudian. Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang besar[4].
Ayat 163-165: Kesamaan kandungan wahyu dan pokok-pokok agama yang diwahyukan kepada para rasul, dan hikmah Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengutus para rasul

Lagi

Tafsir An Nisa Ayat 148-161 (Tafsir Hidayatul Insan)

Juz 6

Ayat 148-149: Pengarahan tentang adab bermasyarakat, hukum mengucapkan kata-kata buruk secara terang-terangan, dan larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk kepada seseorang

لا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلا مَنْ ظُلِمَ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا (١٤٨) إِنْ تُبْدُوا خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا عَنْ سُوءٍ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيرًا (١٤٩

Terjemah Surat An Nisa Ayat 148-149

148. Allah tidak menyukai[1] perkataan buruk[2], (yang diucapkan) secara terang-terangan kecuali oleh orang yang dizalimi[3]. Allah adalah Maha Mendengar[4] lagi Maha Mengetahui[5].

149. Jika kamu menampakkan suatu kebajikan[6], menyembunyikannya atau memaafkan suatu kesalahan (orang lain)[7], maka sesungguhnya Allah Maha Pema’af[8] lagi Maha Kuasa.

Ayat 150-152: Beriman kepada semua para rasul Allah adalah syarat sahnya iman dan ‘aqidah, dan akibat dari kekafiran dan buah dari keimanan
Lagi

Tafsir An Nisa Ayat 141-147 (Tafsir Hidayatul Insan)

Ayat 141-143: Ragu-ragunya orang-orang munafik, penipuan yang hendak mereka lakukan dan malasnya mereka

الَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِنَ اللَّهِ قَالُوا أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ وَإِنْ كَانَ لِلْكَافِرِينَ نَصِيبٌ قَالُوا أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُمْ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فَاللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلا (١٤١) إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلا قَلِيلا (١٤٢)مُذَبْذَبِينَ بَيْنَ ذَلِكَ لا إِلَى هَؤُلاءِ وَلا إِلَى هَؤُلاءِ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلا (١٤٣

Terjemah Surat An Nisa Ayat 141-143

141. (yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu[1]. Apabila kamu mendapat kemenangan[2] dari Allah mereka berkata, “Bukankah kami (turut berperang) bersama kamu?”[3] Dan jika orang kafir mendapat bagian[4] (kemenangan), mereka berkata: “Bukankah kami turut memenangkanmu[5], dan membela kamu dari orang-orang mukmin?”[6] Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu pada hari kiamat[7]. Allah tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang beriman[8].

142. Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah[9], dan Allah akan membalas tipuan mereka[10]. Apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka lakukan dengan malas[11]. Mereka bermaksud riya[12] (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit[13].

143. Mereka dalam

Lagi

Tafsir An Nisa Ayat 135-140 (Tafsir Hidayatul Insan)

Ayat 135-136: Perintah berbuat adil dalam masalah hukum, qadha’ (peradilan) serta menerangkan rukun-rukun iman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالأقْرَبِينَ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَى بِهِمَا فَلا تَتَّبِعُوا الْهَوَى أَنْ تَعْدِلُوا وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا (١٣٥) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا (١٣٦

Terjemah Surat An Nisa Ayat 135-136

135. Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan[1], menjadi saksi[2] karena Allah walaupun terhadap dirimu sendiri[3] atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan(kebaikannya)[4]. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran[5]. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata)[6] atau enggan menjadi saksi[7], maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan[8].

136. Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman[9] kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada kitab (Al Qur’an) yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh[10].

Lagi

Tafsir An Nisa Ayat 128-134 (Tafsir Hidayatul Insan)

Ayat 128-130: Cara mengatasi masalah rumah tangga, mengadakan islah antara suami dan istri, serta pentingnya bersikap adil dalam poligami

وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا وَالصُّلْحُ خَيْرٌ وَأُحْضِرَتِ الأنْفُسُ الشُّحَّ وَإِنْ تُحْسِنُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا       (١٢٨) وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا (١٢٩) وَإِنْ يَتَفَرَّقَا يُغْنِ اللَّهُ كُلا مِنْ سَعَتِهِ وَكَانَ اللَّهُ وَاسِعًا حَكِيمًا (١٣٠

Terjemah Surat An Nisa Ayat 128-130

128.[1] Dan jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz[2] atau bersikap tidak acuh[3], maka keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya[4], dan perdamaian itu lebih baik[5] (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir[6]. Dan jika kamu memperbaiki (pergaulan dengan istrimu)[7] dan memelihara dirimu (dari nusyuz, sikap tidak acuh dan bertindak tidak adil)[8], maka sesungguhnya Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan[9].

Lagi

Tafsir An Nisa Ayat 122-127 (Tafsir Hidayatul Insan)

Ayat 122-126: Menerangkan tentang pahala orang-orang mukmin serta menerangkan kaidah beramal dan pembalasan, dan bahwa pembalasan itu sesuai dengan perbuatan bukan menurut angan-angan

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلا (١٢٢) لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلا نَصِيرًا     (١٢٣) وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا (١٢٤)وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلا (١٢٥) وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطًا        (١٢٦)

Terjemah Surat An Nisa Ayat 122-126

122.[1] Orang-orang yang beriman[2] dan mengerjakan amal saleh[3], kelak akan Kami masukkan ke dalam surga[4] yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan janji Allah itu benar. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?

123. (Pahala dari Allah)[5] itu bukanlah menurut angan-anganmu[6] dan bukan (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab[7]. Barang siapa yang mengerjakan kejahatan[8], niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu[9], dan dia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah[10].

Lagi

Previous Older Entries

Muslim Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Kalender

Oktober 2017
M S S R K J S
« Sep    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031