Tafsir Ath Thuur Ayat 29-49 (Tafsir Hidayatul Insan)

Ayat 29-44: Membantah keyakinan orang -orang kafir, menegakkan hujjah terhadap mereka dan menakut-nakuti mereka dengan azab.

فَذَكِّرْ فَمَا أَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِكَاهِنٍ وَلا مَجْنُونٍ (٢٩) أَمْ يَقُولُونَ شَاعِرٌ نَتَرَبَّصُ بِهِ رَيْبَ الْمَنُونِ (٣٠) قُلْ تَرَبَّصُوا فَإِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُتَرَبِّصِينَ (٣١)أَمْ تَأْمُرُهُمْ أَحْلامُهُمْ بِهَذَا أَمْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ (٣٢)أَمْ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُ بَلْ لا يُؤْمِنُونَ (٣٣) فَلْيَأْتُوا بِحَدِيثٍ مِثْلِهِ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ (٣٤) أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ (٣٥) أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ بَل لا يُوقِنُونَ (٣٦) أَمْ عِنْدَهُمْ خَزَائِنُ رَبِّكَ أَمْ هُمُ الْمُسَيْطِرُونَ (٣٧) أَمْ لَهُمْ سُلَّمٌ يَسْتَمِعُونَ فِيهِ فَلْيَأْتِ مُسْتَمِعُهُمْ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ (٣٨) أَمْ لَهُ الْبَنَاتُ وَلَكُمُ الْبَنُونَ (٣٩) أَمْ تَسْأَلُهُمْ أَجْرًا فَهُمْ مِنْ مَغْرَمٍ مُثْقَلُونَ (٤٠) أَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَ (٤١) أَمْ يُرِيدُونَ كَيْدًا فَالَّذِينَ كَفَرُوا هُمُ الْمَكِيدُونَ (٤٢)أَمْ لَهُمْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (٤٣) وَإِنْ يَرَوْا كِسْفًا مِنَ السَّمَاءِ سَاقِطًا يَقُولُوا سَحَابٌ مَرْكُومٌ (٤٤)

Terjemah Surat Ath Thuur Ayat 29-44

  1. [1]Maka peringatkanlah[2], karena dengan nikmat Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah seorang tukang tenung[3] dan bukan pula orang gila[4].
  2. Bahkan mereka berkata, “Dia adalah seorang penyair[5] yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya[6].”
  3. Katakanlah (Muhammad), “Tunggulah! Sesungguhnya aku pun termasuk orang yang sedang menunggu[7] bersama kamu.”
  4. Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini[8] ataukah mereka kaum yang melampaui batas?
  5. Ataukah mereka berkata, “Dia (Muhammad) mereka-rekanya[9].” Sebenarnya mereka tidak beriman[10].
  6. Maka cobalah mereka membuat yang semisal dengannya (Al Quran) jika mereka orang-orang yang benar[11].
  7. Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul[12] ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)[13]?
  8. Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi[14]? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan)[15].
  9. Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu[16] ataukah mereka yang berkuasa[17]?
  10. Atau apakah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan (hal-hal yang gaib)[18]? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka itu datang membawa keterangan yang nyata[19].

Lagi

Tafsir Ath Thuur Ayat 17-28 (Tafsir Hidayatul Insan)

Tafsir Ath Thuur Ayat 17-28

Ayat 17-28: Kenikmatan yang akan diperoleh orang-orang yang bertakwa.

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ (١٧) فَاكِهِينَ بِمَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ (١٨) كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (١٩) مُتَّكِئِينَ عَلَى سُرُرٍ مَصْفُوفَةٍ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ   (٢٠) وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ (٢١)وَأَمْدَدْنَاهُمْ بِفَاكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ (٢٢) يَتَنَازَعُونَ فِيهَا كَأْسًا لا لَغْوٌ فِيهَا وَلا تَأْثِيمٌ (٢٣) وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ غِلْمَانٌ لَهُمْ كَأَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌ مَكْنُونٌ (٢٤) وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ (٢٥) قَالُوا إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ (٢٦) فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَانَا عَذَابَ السَّمُومِ (٢٧) إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلُ نَدْعُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيمُ (٢٨)

Terjemah Surat Ath Thuur Ayat 1-16

  1. [1]Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa[2] berada dalam surga[3] dan kenikmatan[4],
  2. mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan Tuhan kepada mereka[5]; dan Tuhan memelihara mereka dari azab neraka[6].
  3. (Dikatakan kepada mereka), “Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan.”
  4. Mereka bersandar di atas dipan-dipan yang tersusun[7] dan Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah[8].
  5. Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga)[9], dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. [10]Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya[11].
  6. Dan Kami berikan kepada mereka tambahan berupa buah-buahan[12] dan daging dari segala jenis yang mereka ingini[13].
  7. (Di dalam surga itu) mereka saling mengulurkan gelas (khamr) yang isinya tidak (menimbulkan) ucapan yang tidak berfaedah atau pun perbuatan dosa[14].
  1. Dan di sekitar mereka ada anak-anak muda yang berkeliling untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan[15].
  2. Dan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain saling bertegur sapa[16].
  3. Mereka berkata[17], “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)[18].”
  4. Maka Allah memberikan karunia kepada kami[19] dan memelihara kami dari azab neraka[20].
  5. Sesungguhnya kami menyembah-Nya sejak dahulu[21]. Dialah Yang Maha Melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang[22].”

[1] Ketika Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan hukuman orang-orang yang mendustakan, maka Dia menyebutkan nikmat yang diberikan-Nya kepada orang-orang yang bertakwa agar berkumpul antara targhib dan tarhib, rasa cemas dan harap. Lagi

Tafsir Ath Thuur Ayat 1-16 (Tafsir Hidayatul Insan)

Surah Ath Thuur (Gunung Sinai)

Surah ke-52. 49 ayat. Makkiyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-16: Sumpah-sumpah Allah yang menegaskan bahwa azab Allah pasti datang kepada orang-orang yang mendustakan, dan bahwa karunia-Nya pasti akan dilimpahkan kepada orang-orang yang bertakwa.

وَالطُّورِ (١) وَكِتَابٍ مَسْطُورٍ (٢) فِي رَقٍّ مَنْشُورٍ (٣) وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِ (٤) وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوعِ (٥) وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ (٦)إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌ (٧) مَا لَهُ مِنْ دَافِعٍ (٨) يَوْمَ تَمُورُ السَّمَاءُ مَوْرًا  (٩) وَتَسِيرُ الْجِبَالُ سَيْرًا (١٠) فَوَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ (١١)الَّذِينَ هُمْ فِي خَوْضٍ يَلْعَبُونَ (١٢) يَوْمَ يُدَعُّونَ إِلَى نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا  (١٣) هَذِهِ النَّارُ الَّتِي كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ (١٤) أَفَسِحْرٌ هَذَا أَمْ أَنْتُمْ لا تُبْصِرُونَ (١٥) اصْلَوْهَا فَاصْبِرُوا أَوْ لا تَصْبِرُوا سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (١٦)

Terjemah Surat Ath Thuur Ayat 1-16

  1. [1]Demi gunung (Sinai),
  2. dan demi kitab yang ditulis[2],
  3. Pada lembaran yang terbuka[3],
  4. demi Baitul Ma’mur[4],
  5. demi atap yang ditinggikan (langit)[5],
  6. demi lautan yang penuh gelombang[6],
  7. Sungguh, azab Tuhanmu pasti terjadi,
  8. Tidak sesuatu pun yang dapat menolaknya[7],
  9. [8]pada hari ketika langit berguncang sekeras-kerasnya,
  10. dan gunung berjalan berpindah-pindah[9].
  1. Maka celakalah[10] pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.
  2. [11]Orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan (perbuatan dosa)[12],
  3. pada hari (ketika) itu mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya[13].
  4. [14](Dikatakan kepada mereka), “Inilah neraka yang dahulu kamu mendustakannya.”
  5. Maka apakah ini[15] sihir? Ataukah kamu tidak melihat?
  6. Masukklah ke dalamnya (rasakanlah panas apinya)[16]; baik kamu bersabar atau tidak[17], sama saja bagimu; sesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.

Lagi

Tafsir At Thalaq Ayat 1-12 (Tafsir Hidayatul Insan)

Surah At Thalaq (Talak)

Surah ke-65. 12 ayat. Madaniyyah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Ayat 1-3: Beberapa ketentuan tentang talak dan ‘iddah.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ وَاتَّقُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ لا تُخْرِجُوهُنَّ مِنْ بُيُوتِهِنَّ وَلا يَخْرُجْنَ إِلا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ لا تَدْرِي لَعَلَّ اللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَلِكَ أَمْرًا (١) فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (٣)

Terjemah Surat Ath Thalaq Ayat 1-3

  1. Wahai Nabi![1] Apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka[2] hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar)[3] dan hitunglah waktu iddah itu[4] serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu[5]. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumahnya[6] dan janganlah diizinkan keluar[7] kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan keji yang jelas[8]. Itulah hukum-hukum Allah[9], dan barang siapa melanggar hukum-hukum Allah, maka sungguh dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri[10]. Kamu tidak mengetahui barangkali setelah itu Allah mengadakan suatu ketentuan yang baru[11].
  2. Maka apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya[12], maka rujuklah mereka dengan baik[13] atau lepaskanlah mereka dengan baik[14] dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil[15] di antara kamu[16] dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah[17]. Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat[18]. [19]Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya[20].
  3. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah[21], niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya[22]. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu[23].

Lagi

Tafsir At Taubah Ayat 117-129 (Tafsir Hidayatul Insan)

Ayat 117-119: Perang Tabuk, dan diterimanya tobat oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala dari tiga orang yang tidak ikut berperang

لَقَدْ تَابَ اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (١١٧) وَعَلَى الثَّلاثَةِ الَّذِينَ خُلِّفُوا حَتَّى إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الأرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوا أَنْ لا مَلْجَأَ مِنَ اللَّهِ إِلا إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ (١١٨) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ (١١٩

Terjemah Surat At Taubah Ayat 117-119

117. Sungguh, Allah telah menerima tobat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang anshar[1], yang mengikuti Nabi pada masa-masa sulit[2], setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling[3], kemudian Allah menerima tobat mereka[4]. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka[5],

118.[6] Dan terhadap tiga orang yang ditinggalkan[7]. Hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka[8], padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah (pula terasa) sempit bagi mereka[9], serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksaan) Allah, melainkan kepada-Nya saja, kemudian Allah menerima tobat mereka[10] agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat[11] lagi Maha Penyayang[12].

119. Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar[13].

Lagi

Tafsir At Taubah Ayat 107-116 (Tafsir Hidayatul Insan)

Ayat 107-110: Kaum munafik dan masjid dhirar, keharusan waspada terhadap tipu muslihat orang yang mempergunakan masjid sebagai alatnya, dan pentingnya masjid untuk mengajak manusia kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلا الْحُسْنَى وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ (١٠٧) لا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ (١٠٨) أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى تَقْوَى مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (١٠٩) لا يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِي بَنَوْا رِيبَةً فِي قُلُوبِهِمْ إِلا أَنْ تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ               (١١٠)

Terjemah Surat At Taubah Ayat 107-110

107. Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman)[1], untuk kekafiran[2] dan untuk memecah belah antara orang-orang yang beriman[3], serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu[4]. Mereka dengan pasti bersumpah, “Kami hanya menghendaki kebaikan[5].” Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya)[6].

108. Janganlah kamu melaksanakan shalat dalam mesjid itu selama-lamanya[7]. Sungguh, mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama[8] adalah lebih pantas kamu melaksanakan shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang[9] yang ingin membersihkan diri[10]. Allah menyukai orang-orang yang bersih[11].

109.[12] Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunan (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam?[13] Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

110. Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka, sampai hati mereka hancur[14]. Dan Allah Maha mengetahui lagi Mahabijaksana[15].

Lagi

Tafsir At Taubah Ayat 94-106 (Tafsir Hidayatul Insan)

Juz 11

Ayat 94-96: Menerangkan tentang orang-orang yang mendapatkan uzur dan celaan kepada orang-orang yang tidak ikut berjihad tanpa ada uzur

يَعْتَذِرُونَ إِلَيْكُمْ إِذَا رَجَعْتُمْ إِلَيْهِمْ قُلْ لا تَعْتَذِرُوا لَنْ نُؤْمِنَ لَكُمْ قَدْ نَبَّأَنَا اللَّهُ مِنْ أَخْبَارِكُمْ وَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ      (٩٤) سَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَكُمْ إِذَا انْقَلَبْتُمْ إِلَيْهِمْ لِتُعْرِضُوا عَنْهُمْ فَأَعْرِضُوا عَنْهُمْ إِنَّهُمْ رِجْسٌ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٩٥) يَحْلِفُونَ لَكُمْ لِتَرْضَوْا عَنْهُمْ فَإِنْ تَرْضَوْا عَنْهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ لا يَرْضَى عَنِ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ         (٩٦)

Terjemah Surat At Taubah Ayat 94-96

94.[1] Mereka (orang-orang munafik yang tidak ikut berperang) akan mengemukakan alasannya kepadamu, ketika kamu telah kembali kepada mereka. Katakanlah (Muhammad), “Janganlah kamu mengemukakan alasan; kami tidak percaya lagi kepadamu, sungguh, Allah telah memberitahukan kepada Kami tentang beritamu[2]. Dan Allah akan melihat pekerjaanmu[3], (demikian pula) Rasul-Nya kemudian kamu dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan[4];

95.[5] Mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, ketika kamu kembali kepada mereka[6], agar kamu berpaling dari mereka[7]. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu berjiwa kotor dan tempat mereka neraka Jahannam, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.

96. Mereka akan bersumpah kepadamu agar kamu ridha kepada mereka. Tetapi sekalipun kamu ridha kepada mereka, Allah tidak akan ridha kepada orang-orang yang fasik[8].

Lagi

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 37 pengikut lainnya.