At – Tibyan (10. Riwayat Penulisan Mushaf Al-Qur’an dan Pemuliaannya – 102.)


RIWAYAT PENULISAN MUSHAF  AL-QUR’AN & MEMULIAKANNYA

 

الباب التاسع في كتابة القرآن وإكرام المصحف

علم أن القرآن العزيز كان مؤلفا في زمن النبي صلى الله عليه وسلم: على ما هو في المصاحف اليوم ولكن لم يكن مجموعا في مصحف بل كان محفوظا في صدور الرجال فكان طوائف من الصحابة يحفظونه كله وطوائف يحفظون أبعاضا منه

Sebenarnya Kitab Al-Qur’an sudah mulai ditulis pada masa nabi Shallallohu ‘alaihi wa sallam sebagaimana yang tercatat dalam Mushaf-mushaf yang kita dapati dewasa ini. Hanya saja pada masa itu belum dihimpun dalam bentuk sebuah Mushaf, namun dihafal dalam hati sejumlah manusia saja. Sejumlah sahabat ada yang hafal seluruhnya dan ada pula yang hanya hafal sebagiannya.

فلما كان زمن أبي بكر الصديق رضي الله عنه وقتل كثير من حملة القرآن خاف موتهم واختلاف من بعدهم فيه فاستشار الصحابة رضي الله عنهم في جمعه في مصحف فأشاروا بذلك

Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallohu ‘anhu menjadi khalifah dan banyak penghafal Al-Qur’an terbunuh, beliau kuatir mereka akan meninggal dunia semua dan terjadi perselisihan berkenaan dengan Al-Qur’an sesudah mereka. Maka Abu Bakar bermusyawarah dengan para sahabat radhiyallohu ‘anhum untuk mengumpulkannya dalam sebuah Mushaf dan mereka pun menyetujuinya.

 

فكتبه في مصحف وجعله في بيت حفصة أم المؤمنين رضي الله عنها

Kemudian Abu Bakar radhiyallohu ‘anhu menyuruh menulisnya dalam sebuah Mushaf dan menyimpannya dirumah Hafsah Ummul Mukminin radhiyallohu ‘anha.

 

فلما كان في زمن عثمان رضي الله عنه وانتشر الاسلام خاف عثمان وقوع الاختلاف المؤدي إلى ترك شئ من القرآن أو الزيادة فيه فنسخ من ذلك المجموع الذي عند حفصة الذي أجمعت الصحابة علية مصاحف وبعث بها إلى البلدان وأمر باتلاف ما خالفها وكان فعله هذا باتفاق منه ومن على بن أبي طالب وسائر الصحابة وغيرهم رضي الله عنهم

Ketika Islam sudah tersebar pada masa pemerintahan Usman radhiyallohu anhu dia takut terjadi perselisihan yang menyebabkan tertinggalnya suaty ayat dari Al-Qur’an atau terjadi penambahan di dalamnya. Kemudian Usman menyalin kumpulan Al-Qur’an yang ada pada Hafsah yang telah disetujui oleh para sahabat itu ke dalam Mushaf-Mushaf dan mengirimkannya ke berbagai negeri serta menyuruh melenyapkan tulisan Al-Qur’an yang bertentangan dengan itu. Tindakan ini disetujui oleh Ali bin Abu Thalib dan para sahabat lainnya. Mudah-Mudahan Allah Ta’ala meridhoi mereka.

 

وإنما لم يجعله النبي صلى الله عليه وسلم: في مصحف واحد لما كان يتوقع من زيادته ونسخ بعض المتلو ولم يزل ذلك التوقع الى وفاته صلى الله عليه وسلم: فلما أمن أبو بكر وسائر أصحابه ذلك التوقع واقتضت المصلحة جمعه فعلوه رضي الله عنهم

Nabi Shallallohu ‘alaihi wa sallam tidak menjadikannya dalam satu Mushaf karena beliau mempertimbangkan adanya penambahan dan penghapusan sebagian tulisan. Demikian berlangsung hingga wafatnya Nabi Shallallohu ‘alaihi wa sallam. Ketika Abu Bakar dan para sahabatnya lainnya merasa aman dari kebimbangan itu dan nampak manfaat dari pengumpulannya, maka para sahabat radhiyallohu ‘anhu pun melakukannya.

 

واختلفوا في عدد المصاحف التي بعث بها عثمان فقال الامام أبو عمرو الداني أكثر العلماء على أن عثمان كتب أربع نسخ 1 – فبعث إلى البصرة إحداهن 2 – وإلى الكوفة أخرى 3 – والى الشام أخرى 4 – وحبس عنده أخرى

Para ulama berlainan pendapat berkenaan dengan jumlah Mushaf yang dikirimkan Usman. Imam Abu ‘Amr Ad-Daani berkata, sebagian besar ulama mengatakan bahwa Usman menulis empat naskah. Dia kirimkan sebuah naskah ke Bashrah, sebuah ke Kufah dan sebuah ke Syam, sedangkan yang sebuah lagi beliau simpan.

 

وقال أبو حاتم السجستاني كتب عثمان سبعة مصاحف  بعث واحدا إلى مكة * وآخر إلى الشام * وآخر إلى اليمن * وآخر إلى البحرين * وآخر إلى البصرة * وآخر إلى الكوفة * وحبس بالمدينة واحدا وهذا مختصر ما يتعلق بأول جمع المصحف وفيه أحاديث كثيرة في الصحيح

Abu Hatim As-Sijistani berkata: Usman menulis tujuh Mushaf. Dia kirimkan sebuah Mushaf ke Mekah, sebuah Mushaf ke Syam, sebuah Mushaf ke Yaman, Sebuah Mushaf ke Bahrain, sebuah Mushaf ke Bashrah, sebuah Mushaf ke Kufah dan sebuah Mushaf disimpannya di Madinah. Inilah ringkasan yang berkaitan dengan awal pengumpulan Mushaf. Mengenai hal ini disebutkan dalam banyak hadits di dalam “Ash-Shahih”.

 

وفي المصحف ثلاث لغات ضم الميم وكسرها وفتحها فالضم والكسر مشهورتان والفتح ذكرها أبو جعفر النحاس وغيره

Ada tiga macam pengucapan kata Al-Mushaf, ada yang membaca Mushaf, ada yang membaca Mishaf dan ada yang membaca Mashaf. Pendapat yang masyhur adalah dibaca Mushaf dan Mishaf. Bacaan Mashaf disebutkan oleh Abu Ja’far An-Nahaas dan lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Muslim Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Kalender

Juli 2017
M S S R K J S
« Apr   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d blogger menyukai ini: