Tafsir Jalalain, Arab dan Terjemah : Surat Al-Fatihah 1-7

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

( 1 )   Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

( 2 )   Segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam

Lagi

Iklan

At – Tibyan (10. Riwayat Penulisan Mushaf Al-Qur’an dan Pemuliaannya – 114. Jual Beli Mushaf)

بيعه وشراؤه

[فصل] يصح بيع المصحف وشراؤه ولا كراهة في شرائه وفي كراهة بيعه وجهان لأصحابنا أصحهما وهو نص الشافعي أنه يكره ومن قال لا يكره بيعه وشراؤه الحسن البصري وعكرمة

والحكم بن عيينة

Masalah ke-114: Jual Beli Mushaf

Dibolehkan menjual Mushaf dan membelinya dan tidak makruh pembeliannya. Adapun tentang makruhnya atas penjualannya ada dua pendapat dari tiga sahabat kami. Pendapat yang lebih kuat (shahih) adalah sebagaimana yang disebutkan oleh Asy-Syafi’i yaitu makruh. Mereka yang berpendapat tidak makruh menjual dan membelinya ialah Hasan Al-Bashri, Ikrimah dan Al-Hakam bin Uyainah.

Lagi

At – Tibyan (10. Riwayat Penulisan Mushaf Al-Qur’an dan Pemuliaannya – 113. Meminta Anak Kecil Untuk Membawa Al-Qur’an)

[فصل] هل يجب على الولي والمعلم تكليف الصبي المميز الطهارة لحمل المصحف واللوح اللذين يقرأ فيهما فيه وجهان مشهوران اصحهما عند الأصحاب لا يجب للمشقة

Masalah ke-113: Meminta Anak Kecil Untuk Membawa Al-Qur’an

Apakah wali dan guru wajib memaksa anak kecil yang sudah bisa membedakan (sudah mumayyiz) dan sudah bersuci untuk membawa Mushaf?. Terdapat dua pendapat yang masyhur berkenaan dengan hal tersebut. Pendapat yang lebih kuat (shahih) adalah tidak wajib karena akan memberatkan.

At – Tibyan (10. Riwayat Penulisan Mushaf Al-Qur’an dan Pemuliaannya – 112. Tayammum Untuk Menyentuh Mushaf )

فروع

[فصل] من لم يجد ماء فتيمم حيث يجوز التيمم له مس المصحف سواء كان تيممه للصلاة أو لغيرها مما يجوز التيمم له وأما من لم يجد ماء ولا ترابا فإنه يصلي على حسب حاله ولا يجوز له مس المصحف لأنه محدث جوزنا له الصلاة للضرورة

Masalah ke-112: Tayammum Untuk Menyentuh Mushaf

Barangsiapa tidak menemukan air, kemudian bertayamum sebagaimana dia dibenarkan melakukan tayamum, maka dia boleh menyentuh Mushaf, sama saja tayamum itu untuk shalat atau untuk keperluan lain yang mengharuskan tayamum. Sementara siapa yang tidak menemukan air ataupun tanah, maka dia hanya bisa shalat dan tidak bisa menyentuh Mushaf karena kondisinya berhadats. Kami membolehkan baginya shalat karena darurat.

Lagi

At – Tibyan (10. Riwayat Penulisan Mushaf Al-Qur’an dan Pemuliaannya – 111. Menyentuh Mushaf Tapi Ada Najis Menempel di Badannya)

[فصل] إذا كان في موضع من بدن المتطهر نجاسة غير معفو عنها حرم عليه مس المصحف بموضع النجاسة بلا خلاف ولا يحرم بغيره على المذهب الصحيح المشهور الذي قاله جماهير أصحابنا وغيرهم من العلماء وقال أبو القاسم الصيمري من أصحابنا يحرم وغلطه أصحابنا في هذا قال القاضي أبو الطيب هذا الذي قاله مردود بالاجماع ثم على المشهور قال بعض أصحابنا انه مكروه والمختار أنه ليس بمكروه

Masalah ke-111: Menyentuh Mushaf Tapi Ada Najis Menempel di Badannya

Jika di badannya yang sudah suci terdapat najis yang tidak dimaafkan, haram baginya menyentuh Mushaf dengan anggota badan yang terkena najis itu tanpa ada perselisihan, namun tidak haram bila menyentuhnya dengan anggota badan lainnya yang tidak terkena najis, demikian menurut madzhab yang shahih dan yang masyhur yang dikatakan oleh sebagian besar sahabat kami dan para ulama lainnya. Abdul Qasim Ash-Shaimari salah seorang sahabat kami berkata, hukumnya haram, meskipun sahabat-sahabat kami menganggapnya keliru. Al-Qadhi Abui Thayyib berkata, pendapat tersebut tertolak menurut ijma’. Kemudian menurut pendapat yang masyhur, sebagian sahabat kami mengatakan makruh. Pendapat yang terpilih adalah tidak makruh.

At – Tibyan (10. Riwayat Penulisan Mushaf Al-Qur’an dan Pemuliaannya – 110. Membawa Mushaf Bersama Selainnya)

حمله مع غيره

[فصل] إذا مس المحدث أو الجنب أو الحائض أو حمل كتابا من كتب الفقه أو غيره من العلوم وفيه آيات من القرآن أو ثوبا مطرزا بالقرآن أو دراهم أو دنانير منقوشة به أو حمل متاعا في جملته مصحف أو لمس الجدار أو الحلوى أو الخبز المنقوش به فالمذهب الصحيح جواز هذا كله لأنه ليس بمصحف وفيه وجه أنه حرام وقال أقضى القضاة أبو حسن الماوردي في كتابه الحاوي يجوز مس الثياب المطرزة بالقرآن ولا يجوز لبسها بلا خلاف لأن المقصود بلبسها التبرك بالقرآن

Masalah ke-110: Membawa Mushaf Bersama Selainnya

Jika orang yang  berhadats atau junub atau perempuan haid menyentuh atau membawa sebuah kitab fiqh atau kitab ilmu lain yang berisi ayat-ayat Al-Qur’an atau pakaian yang bersulam ayat Al-Qur’an atau yang uang dirham atau uang dinar berukiran ayat Al-Qur’an atau membawa barang-barang yang di antaranya terdapat Mushaf atau menyentuh dinding atau makanan kecil atau roti yang berukiran Al-Qur’an, maka pendapat yang shahih adalah boleh melakukan semua ini karena tidak dianggap Mushaf. Terdapat satu pendapat yang mengatakan haram. Qadhi besar Abu Hasan Al-Mawardi dalam kitabnya Al-Haawi mengatakan bahwa diperbolehkan menyentuh baju yang bersulam Al-Qur’an namun tidak boleh memakainya tanpa ada perselisihan karena tujuan memakainya adalah tabarruk (mengambil berkat) dengan Al-Qur’an.

Lagi

At – Tibyan (10. Riwayat Penulisan Mushaf Al-Qur’an dan Pemuliaannya – 109. Penulisan Mushaf Oleh Orang Yang Berhadats)

كتب المحدث له

[فصل] إذا كتب الجنب أو المحدث مصحفا إن كان يحمل الورقة أو جسها حال الكتابة فحرام وان لم يحملها ولم يمسها ففيه ثلاثة أوجه * 1 – الصحيح جوازه * 2 – والثاني تحريمه * 3 – والثالث يجوز للمحدث ويحرم على الجنب

Masalah ke-109: Penulisan Mushaf Oleh Orang Yang Berhadats

Jika orang yang berjunub atau berhadats menulis Mushaf, sedangkan dia membawa kertasnya atau menyentuhnya ketika menulis, maka hukumnya haram. Jika dia tidak membawanya dan tidak menyentuhnya, maka ada tiga pendapat berkenaan dengannya. Pendapat yang lebih sahih adalah boleh, pendapat kedua mengaramkannya. Pendapat ketiga, diperbolehkan bagi yang berhadats kecil dan haram bagi orang yang berjunub.

Previous Older Entries

Muslim Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Kalender

Juli 2017
M S S R K J S
« Apr   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031