At – Tibyan (07. Adab Dan Etika Membaca Al-Qur’an – 72. Jika Hendak Berdalil Dengan Suatu Ayat)


[فصل] إذا اراد أن يستدل بآية فله أن يقول قال الله تعالى كذا وله أن يقول الله تعالى يقول كذا ولا كراهة في شئ من هذا هذا هو الصحيح المختار الذي عليه عمل السلف والخلف

Masalah ke-82:  Jika Hendak Berdalil Dengan Suatu Ayat

Jika ingin berdalil dengan suatu ayat, maka dia bisa berkata, Qaalallahu Ta’ala kadza (Allah telah berfirman demikian), bisa pula dengan : Allaahu Ta’ala Yaquulu kadza (Allah berfirman demikian). Hal ini sama sekali bukan sesuatu yang dibenci. Ini adalah pendapat yang sahih dan yang terpilih yang didukung bersama oleh ulama Salaf dan Khalaf.

روى ابن أبي داود عن مطرف بن عبد الله بن الشخير التابعي المشهور قال لا تقولوا إن الله تعالى يقول ولكن قولوا إن الله تعالى قال وهذا الذي أنكره مطرف رحمه الله خلاف ما جاء به القرآن والسنة وفعلته الصحابة ومن بعدهم رضي الله عنهم فقد قال الله تعالى

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dawud dari Mutharif bin Abdullah Ibn Asy-Syakhiir seorang tabi’in yang masyhur, katanya: Janganlah kamu katakan, Innallaaha Ta’ala Yaquulu, tetapi katakanlah, InnAllah Ta’alaa Ta’ala qaala. Apa yang diingkari oleh Mutharif rahimahullah ini bertentangan dengan apa yang disebut di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah dan dilakukan oleh para sahabat serta para ulama setelah mereka-mudah-mudahan Allah Ta’ala meridhai mereka.

Allah berfirman:

والله يقول الحق وهو يهدي السبيل

 

Artinya: “Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).” (QS Al-Ahzab 33:4)

 

وفي صحيح مسلم عن أبي ذر رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يقول الله سبحانه وتعالى

Diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Abu Dzarr radhiyallohu ‘anhu katanya: Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah berfirman:

 

من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها

Artinya: “Barangsiapa berbuat baik, maka dia mendapat ganjaran sepuluh kali lipat.”  (QS Al-An’am 6:60)

 

وفي صحيح البخاري في باب تفسير (لن تنالوا البر حتى تنفقوا مما تحبون

Diriwayatkan dalam shahih Bukhari dalam bagian Tafsir; “Lan Tanaalul birra hattaa tunfiquu mimmaa tuhibbuun.”

 

فقال أبو طلحة

Abu Talhah berkata:

 

يا رسول الله إن الله تعالى يقول

Artinya: “Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah berfirman:

 

لن تنالوا البر حتى تنفقوا مما تحبون

Artinya: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS Ali-Imran 3:92)

 

فهذا كلام أبي طلحة في حضرة النبي صلى الله عليه وسلم

Demikian Ini perkataan Abu Thalhah di hadapan Nabi Shallallohu ‘alaihi wa sallam  

 

وفي الصحيح عن مسروق رحمه الله قال قلت لعائشة رضي الله عنها ألم يقل الله تعالى

Diriwayatkan dalam hadits sahih dari Masruq rahimahullah, katanya: Aku berkata kepada Aisyah radhiyallohu ‘anha, bukankah Allah berfirman:

 

ولقد رآه بالأفق المبين

Artinya: “Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Tuhan di ufuk yang terang.”  (QS At-Takwir 81:23)

 

فقالت ألم تسمع أن الله تعالى يقول

Maka Aisyah menjawab, tidaklah engkau mendengar bahwa Allah berfirman:

 

لا تدركه الأبصار وهو يدرك الأبصار

Artinya: “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat melihat segala penglihatan itu.” (QS Al-An’am 6:130)

أو لم تسمع أن الله تعالى يقول

Atau tidakkah engkau mendengar bahwa Allah berfirman :

وما كان لبشر أن يكلمه الله إلا وحيا أو من وراء حجاب )الآية(

Artinya: “Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berbicara dengan dia, kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir.” (QS Asy-Syuura 26:51)

 

ثم قالت في هذا الحديث والله تعالى يقول

Kemudian Aisyah berkata dalam hadits ini : dan Allah berfirman,

 

يا أيها الرسول بلغ

Artinya: “Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.” (QS Al-Maidah 5:67)

 

ثم قالت والله تعالى يقول

Kemudian Aisyah berkata : dan Allah berfirman,

 

قل لا يعلم من في السماوات والأرض الغيب إلا الله

Artinya: “Katakanlah! Tidak ada seorang pun di langit dan dibumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.”  (QS An-Naml 27:65)

 

ونظائر هذا في كلام السلف والخلف أكثر من أن تحصر والله أعلم

Perkataan yang semisal ini tak terhitung banyaknya didapati dalam perkataan ulama Salaf maupun Khalaf. Wallahua’lam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Muslim Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Kalender

Februari 2017
M S S R K J S
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  
%d blogger menyukai ini: