At – Tibyan (07. Adab Dan Etika Membaca Al-Qur’an – 64. Penjelasan tentang jumlah Sujud Tilawah dan tempatnya)


[فصل] في بيان عدد السجدات ومحلها

أما عددها المختار الذي قاله الشافعي رحمه الله والجماهير أنها أربع عشرة سجدة

1 – في الأعراف

2 – والرعد

3 – والنحل

4 – وسبحان

5 – ومريم

6 – وفي الحج سجدتان

7 – وفي الفرقان

8 – والنمل

9 – وألم

10 – وحم السجدة

11 – والنجم

12 – وإذا السماء انشقت

13 – واقرأ باسم ربك

Masalah ke-64:  Penjelasan tentang jumlah Sujud Tilawah dan tempatnya

Sebagaimana dikatakan oleh Imam Asy-Syafi’i rahimahullah dan mayoritas ulama bahwa jumlahnya ada 14 sajdah, yaitu: Surat Al-A’raaf, Ar-Ra’ad, AnNahl. Al-Israa’, Maryam, dalam surat Al-Hajj ada dua sujud, Al-Furqan, AnNaml, Alif Laam Tanziil, Haa Mim As-Sajadah, Al-Insyiqaaq dan Al-‘Alaq.

وأما سجدة ص فمستحبة فليست من عزائم السجود أي متأكد أنه ثبت في صحيح البخاري عن ابن عباس رضي الله عنهما قال ص ليست من عزائم السجود وقد رأيت النبي صلى الله عليه وسلم: سجد فيها هذا مذهب الشافعي ومن قال مثله

Sementara sajdah dalam surah Shaad, maka hukumnya mustahab dan tidak ditekankan untuk melakukan sujud. Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dari Ibnu Abbas radhiyallohu ‘anhuma, katanya: “Sajdah dalam surat Shaad bukanlah sujud yang ditekankan dan aku telah melihat Nabi Shallallohu ‘alaihi wa sallam sujud pada ayat itu.“ Ini adalah madzhab Asy’Asy-Syafi’i dan orang yang berpendapat seperti dia.

 

وقال أبو حنيفة هي أربع عشره أيضا لكن أسقط الثانية من الحج واثبت سجدة ص وجعلها من العزائم وعن أحمد روايتان إحداهما كالشافعي والثانية خمس عشرة زاد ص وهو قول أبي العباس بن شريح وأبي إسحق المروزي من أصحاب الشافعي * وعن مالك روايتان إحداهما كالشافعي وأشهرهما إحدى عشرة أسقط النجم واذا السماء انشقت واقرأ

Abu Hanifah berkata, jumlahnya ada 14 sajdah, tetapi dia menggugurkan sajdah kedua surat Al-Hajj dan menetapkan sajdah dalam surat Shaad serta menjadikannya sebagai sajdah yang ditekankan untuk sujud. Diriwayatkan dari Ahmad ada dua riwayat, yang pertama seperti Asy-Syafi’i dan riwayat yang kedua ada 15 sajdah dengan tambahan dalam surat Shaad. Ini adalah pendapat Abul Abbas bin Syuraih dan Abu Ishaq Al-Marwazi dari kalangan pengikut Asy-Syafi’i. Dari Malik juga ada dua riwayat, yang pertama seperti Asy-Syafi’i, namun riwayat yang lebih terkenal adalah 11 sajdah. Dia menggugurkan sajdah dalam surat An-Najm, Al-Insyiqaaq dan Al-‘Alaq.

 

وهو قول قديم للشافعي والصحيح ما قدمناه والأحاديث الصحيحة تدل عليه وأما محلها

Ini juga pendapat lama dari Asy-Syafi’i. Yang shahih adalah sebagaimana yang telah kami kemukakan, dengan adanya hadits-hadits yang sahih yang menunjukkan hal itu. Adapun tempat Sujud Tilawah terdapat pada:

 

فسجدة الاعراف في آخرها

  1. Akhir Surat Al-A’raf:

 

إِنَّ الَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ

Artinya: “Sesungguhnya malaikat-malaikat yang disisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah Ta’ala dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka bersujud.” (QS Al-A’raf 7:206)

 

والرعد عقيب قوله عز وجل

  1. Dalam surat Ar-Ra’d ialah sesudah firman Allah ‘Azza wa Jalla:

 

بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ

Artinya: “… pada waktu pagi dan petang hari.”  (QS Ar-Ra’d 13:15)

 

والنحل

  1. Dalam surat An-Nahl:

 

وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya: “…dan mereka melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).” (QS An-Nahl 16:50)

 

وفي سبحان

  1. Dalam Al-Israa’:

 

وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا

Artinya: “… dan mereka bertambah khusyuk.” (QS Al-Israa’ 17:109)

 

وفي مريم

  1. Dalam Surat Maryam:

 

خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

Artinya: “… maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangsis.” (QS Maryam 19:58)

 

والاولى من سجدتي الحج

  1. Sajadah pertama dari surat Al-Hajj ialah:

 

إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

Artinya: “…Sesungguhnya Allah Ta’ala berbuat apa yang Dia kehendaki.”  (QS Al-Hajj 22: 18)

 

والثانية

  1. Sajadah kedua dalam surat Al-Hajj:

 

 

وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: “…berbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan.”  (QS Al-Hajj 22:77)

 

والفرقان

  1. Dalam surat Al-Furqan:

 

وَزَادَهُمْ نُفُورًا

Artinya: “…dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh dari (iman).” (QS Al-Furqan 25:60)

 

والنمل

  1. Dalam surat An-Naml:

 

رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Artinya:“… Tuhan Yang Mempunyai ‘Arsy yang agung.” (QS An-Naml 27:26)

 

وألم تنزيل

  1. Dalam surat Alif Laam Mim Tanzil:

 

وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

Artinya: “… sedang mereka tidak menyombongkan diri.”  (QS As-Sajadah 32: 15)

 

وحم

  1. Dalam Surat Haa Mim:

 

وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ

Artinya: “…sedang mereka tidak merasa jemu.” (QS Fushshilat 41:38)

 

والنجم في آخرها

  1. Akhir surat An-Najm:

 

فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا

Artinya: “Maka bersujudlah kepada Allah Ta’ala dan sembahlah (Dia).”  (QS An-Najm 53:62)

 

وإذا السماء انشقت

  1. Dalam surat Al-Insyiqaaq:

 

لَا يَسْجُدُونَ

 

Artinya: “… mereka tidak sujud.”  (QS Al-Insyiqaaq 84:21)

 

واقرأ في آخرها

  1. Dan di akhir surat Al-‘Alaq :

 

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِب

Artinya: “Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).” (QS Al-‘Alaq 96:19)

 

ولا خلاف يعتد به في شئ من مواضعها إلا التي في حم فإن العلماء أختلفوا فيها فذهب الشافعي وأصحابه إنها ما ذكرناه إنها عقيب يسأمون وهذا مذهب سعيد بن المسيب ومحمد بن سيرين وأبي وائل شقيق ابن سلمة وسفيان الثوري وأبي حنيفة وأحمد وإسحق بن راهويه وذهب آخرون إلى أنها عقيب قوله تعالى إن كنتم إياه تعبدون

Tidak ada perselisihan yang berarti berkenaan dengan ayat-ayat sajdah tersebut kecuali dengan sajdah yang terdapat dalam surat Haa Mim. Dalam masalah ini para ulama berbeda pendapat. Imam Asy-Syafi’i dan para pengikutnya berpendapat bahwa tempatnya adalah apa yang kami sebutkan, yaitu sesudah yas-amuuna. Ini adalah pendapat Sa’id Ibnu Musayyab, Muhammad bin Sirin, Abu Waail Syaqiq bin Salamah, Sufyan Ath-Tsauri, Abu Hanifah, Ahmad dan Ishaq bin Rahawaih. Pendapata lainnya menyatakan bahwa tempatnya adalah sesudah firman Allah Ta’ala “In Kuntum iyyaahu ta’ buduun” (QS Fushshilat: 37).

 

حكاه ابن المنذر عن عمر بن الخطاب والحسن البصري وأصحاب عبد الله بن مسعود وإبراهيم النخعي وأبي صالح وطلحة بن مصرف وزبير بن الحرث ومالك بن أنس والليث بن سعد وهو وجه لبعض أصحاب الشافعي حكاه البغوي في التهذيب

Demikian diceritakan oleh Ibnul-Mundzir dari Umar Ibnul-Khattab, Hasan Al-Bashri dan para murid Abdullah bin Mas’ud, Ibrahim An-Nakha’i, Abu Shalih, Thalhah bin Musharif, Zubair Ibnul Harits, Malik bin Anas dan Al-Laits bin Sa’ad. Ini adalah pendapat sebagian pengikut Asy-Syafi’I sebagaimana yang Al-Baghawi sampaikan di dalam “At-Tahdziib”.

 

وأما قول أبي الحسن علي بن سعيد العبد من اصحابنا في كتابه [الكفاية[ في اختلاف الفقهاء عندنا أن سجدة النمل هي عند قوله تعالى (ويعلم ما يخفون وما يعلنون( قال وهذا مذهب أكثر الفقهاء

Sementara pendapat Abul-Hasan Ali bin Sa’id Al-Abdi salah seorang sahabat kami dalam kitabnya “Al-Kifayah” mengenai perselisihan fuqaha di kalangan kami, bahwa sajdah dalam surat An-Naml ayat 25, adalah pada firman Allah Ta’ala, “Wa ya’lamu maayukhfuuna wamaa yu’linuun”. Dia berkata bahwa ini adalah pendapat kebanyakan ahli fiqh.

 

وقال مالك هي عند قوله تعالى رب العرش العظيم

Malik berkata, bahwa sajdah tersebut pada firman Allah Ta’ala, “Rabbul ‘arsyil ‘azhiim” (QS An-Naml: 26)

 

فهذا الذي نقله عن مذهبنا ومذهب أكثر الفقهاء غير معروف ولا مقبول بل غلط ظاهر وهذه كتب أصحابنا مصرحة بانها عند قوله تعالى رب العرش العظيم

Pendapat yang dinukil dari madzhab kami dan madzhab sebagian besar fuqaha ini adalah pendapat yang tidak dikenal dan tidak bisa diterima, bahkan Nampak nyata kekeliruannya. Inilah kitab-kitab para sahabat kami yang menegaskan bahwa sajdah itu pada firman Allah Ta’ala, “Rabbul ‘arsyil ‘Azhiim”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Muslim Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Kalender

Februari 2017
M S S R K J S
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  
%d blogger menyukai ini: