At – Tibyan (07. Adab Dan Etika Membaca Al-Qur’an – 62. Membaca Amin)


التأمين

[فصل] يستحب لكل قارئ كان في الصلاة أو في غيرها إذا فرغ من الفاتحة أن يقول أمين والأحاديث في ذلك كثيرة مشهورة وقد قدمنا في الفصل قبله أنه يستحب أن يفصل بين آخر الفاتحة وآمين بسكتة لطيفة ومعناه اللهم استجب وقيل كذلك فليكن

Masalah ke-62:  Membaca Amin

Disunahkan bagi setiap orang yang membaca Al-Fatihah untuk membaca “amin” setelahnya, baik ketika shalat atau di luar shalat. Hadits-hadits berkenaan dengan hal ini banyak dan masyhur. Telah kami kemukakan sebelumnya bahwa disunahkan memisahkan antara akhir Al-Fatihah dan ucapan Aamiin dengan diam sebentar. Aamiin artinya: “Ya Allah, kabulkanlah”. Ada pula yang berpendapat artinya, “Demikianlah, maka jadilah.”

وقيل افعل وقيل معناه لا يقدر على هذا أحد سواك

Pendapat lain menyatakan artinya : “lakukanlah”, dan yang lainnya menyatakan artinya : “tidak ada seorangpun yang dapat melakukan ini selain Engkau”.

 

وقيل معناه لا تخيب رجاءنا وقيل معناه اللهم أمنا بخير وقيل هو طابع لله على عباده يدفع به عنهم الآفات وقيل هي درجة في الجنه يستحقها قائلها وقيل هو اسم من أسماء الله تعالى وأنكر المحققون والمجاهير هذا وقيل هو اسم عبراني غير معرب وقال أبو بكر الوراق هو قوة للدعاء واستنزال للرحمة وقيل غير ذلك

Pendapat lain : “Jangan sia-siakan harapan kami.” Pendapat lain : “Ya Allah, selamatkanlah kami dengan kebaikan.” Pendapat lain : “Amin” adalah perlindungan dari Allah Ta’ala untuk hamba-hamba-Nya dengan menolak berbagai bencana dari mereka. Pendapat lain : “Amin” adalah derajat di Surga yang dianugerahkan kepada yang mengucapkannya. Pendapat lain : “Amin” adalah salah satu nama Allah Ta’ala. Namun para Ulama peneliti menolak pendapat ini. Pendapat lain : “Amin” adalah nama Ibrani yang tidak dapat di-I’rab. Abu Bakar Al-Warraq berkata, “Amin” adalah kekuatan untuk berdoa dan permintaan turunnya rahmat. Dan masih ada pendapat lainnya lagi.

 

وفي آمين لغات قال العلماء أفصحها آمين بالمد وتخفيف الميم والثانية بالقصر وهاتان مشهورتان والثالثة آمين بالامالة مع المد حكاها الواحدي عن حمزة والكسائي والرابعة بتشديد الميم مع المد حكاها عن الحسن والحسين ابن الفضيل

Terdapat beberapa cara mengucapkan Aamiin. Para ulama berkata, yang paling fasih adalah Aamiin dengan memanjangkan Hamzah dan meringankan mim, cara kedua dengan memendekkannya. Kedua pendapat ini masyhur. Cara ketiga dengan imaalah diserta mad. Al-Wahidi menceritakan hal itu dari Hamzah dan Al-Kisaa’i. Cara keempat dengan tasydid pada mim disertai mad. Demikian diceritakan dari Al-Hasan dan Al-Husain bin Al-Fudhail.

 

قال ويحقق ذلك ما روي عن جعفر الصادق رضي الله عنه قال معناه قاصدين نحوك وأنت أكرم من أن تخيب قاصدا هذا كلام الواحدي وهذه الرابعة غريبة جدا فقد عدها أكثر أهل اللغة من لحن العوام

Katanya: hal itu ditegaskan oleh riwayat dari Ja’far AshShidiq radhiyallohu ‘anhu, katanya: yang maknanya adalah “kami menuju kepada-Mu sedang Engkau Maha Pemurah hingga tidak menyia-nyiakan orang yang menuju kepada-Mu”. Demikian dinyatakan oleh Al-Wahidi. Cara yang keempat ini aneh sekali. Kebanyakan ahli bahasa menganggapnya sebagai kesalahan ucapan orang awam.

 

وقال جماعة من أصحابنا من قالها في الصلاة بطلت صلاته قال أهل العربية حقها في العربية الوقف لأنها بمنزلة الاصوات فإذا وصلها فتح النون لالتقاء الساكنين كما فتحت في أين وكيف فلم تكسر لثقل الكسرة بعد الياء فهذا مختصر مما يتعلق بلفظ آمين

Sebagian dari sahabat kami berpendapat, barangsiapa mengucapkan cara keempat dalam shalat maka shalatnya batal. Ahli bahasa Arab berkata : haknya dalam bahasa Arab adalah waqaf (berhenti) karena kedudukannya seperti suara. Jika disambung, huruf nuun diberi harakat fathah karena adanya pertemuan dua sukun sebagaimana pemberian harakat fathah pada Aina dan Kaifa. Tidak diberi harakat kasrah karena beratnya bacaan kasrah sesudah ya’. Inilah penjelasan yang ringkas berkaitan dengan lafaz Aamiin.

 

وقد بسطت القول فيها بالشواهد وزيادة الاقوال في كتاب تهذيب الأسماء واللغات

Saya telah menjelaskan panjang lebar permasalahan ini dengan banyak bukti penguat dan beberapa tambahan pendapat lainnya dalam kitab “Tahdziibul Asmaa’ wal Lughaat”.

 

قال العلماء ويستحب التأمين في الصلاة للامام والمنفرد ويجهر الإمام والمنفرد بلفظ آمين في صلاة الجهرية واختلفوا في جهر المأموم * والصحيح أنه يجهر * والثاني لا يجهر * والثالث يجهر إن كان جمعا كثيرا وإلا فلا * ويكون تأمين المأموم مع تأمين الإمام لا قبله ولا بعده لقول النبي صلى الله عليه وسلم: في الصحيح

Para ulama berkata, disunnahkan mengucapkan Aamiin dalam shalat bagi imam, makmum dan orang yang shalat sendirian. Imam dan orang yang shalat sendirian membaca Aamiin dengan suara keras dalam shalat yang bacaannya di-jahar-kan, namun mereka berlainan pendapat mengenai bacaan keras oleh makmum. Pendapat yang sahih ialah membaca dengan suara keras. Pendapat kedua tidak membaca dengan suara keras. Pendapat ketiga membaca dengan suara  keras jika jumlahnya banyak. Kalau tidak banyak, maka tidak perlu membaca dengan keras. Ucapan Aamiin oleh makmum hendaknya bersamaan dengan ucapan Aamiin oleh imam, tidak mendahului dan tidak pula terlambat, sesuai dengan sabda Nabi Shallallohu ‘alaihi wa sallam dalam hadits sahih:

 

إذا قال الامام ولا الضالين فقولوا آمين فمن وافق تأمينه تأمين الملائكة غفر الله له ما تقدم من ذنبه

Artinya: “Jika imam mengucapkan ‘Wa ladhdhaalliin,’ ucapkanlah ‘Aamiin’ karena barangsiapa yang ucapan ‘Aamiin’nya bertepatan dengan ucapan ‘Aamiin’ para malaikat, maka Allah akan mengampuni dosanya yang terdahulu.”

 

وأما قوله صلى الله عليه وسلم: في الصحيح إذا أمن الإمام فأمنوا فمعناه إذا أراد التأمين

Adapun sabda Nabi Shallallohu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih: “Jika imam mengucapkan Aamiin, maka ucapkanlah Aamiin.” Artinya yaitu apabila Imam hendak mengucapkan Aamiin.

 

قال أصحابنا وليس في الصلاة موضع يستحب أن يقترن قول المأموم بقول الامام إلا في قوله آمين وأما في الأقوال الباقية فيتأخر قول المأموم

Para sahabat kami berkata, tidak ada di dalam shalat suatu tempat yang diutamakan agar ucapan makmum bersamaan dengan ucapan imam, kecuali dalam ucapan Aamiin. Sementara dalam bacaan-bacaan lainnya, maka bacaan makmum setelah imam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Muslim Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Kalender

Februari 2017
M S S R K J S
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  
%d blogger menyukai ini: