At – Tibyan (07. Adab Dan Etika Membaca Al-Qur’an – 51. Memperhatikan Tempat Berhenti dan Melanjutkan Bacaan )


حسن الوقف

[فصل] ينبغي للقارئ إذا ابتدأ من وسط السورة أو وقف على غير آخرها أن يبتدئ من أول الكلام المرتبط بعضه ببعض وأن يقف على الكلام المرتبط ولا يتقيد بالاعشار والاجزاء فانها قد تكون في وسط الكلام المرتبط كالجزء الذي في قوله تعالى

Masalah ke-51:  Memperhatikan Tempat Berhenti dan Melanjutkan Bacaan

Jika membaca Al-Qur’an dimulai dari tengah surah atau sebelumnya berhenti bukan di akhir surah, maka sebaiknya memulai kembali dari permulaan kata yang saling berkaitan maknanya. Begitu pula berhenti pada kata yang saling berkaitan makna. Jadi tidak harus terpaku pada pembagian yang terdapat di dalam Mushaf, seperti pembagian hizib atau juz. Kadang kala pembagian di dalam Mushaf terdapat pada rangkaian kalimat yang memiliki keterkaitan makna. Misalnya pada pembagian juz berikut ini :

وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاءِ

“Dan (haram juga kamu mengawini) wanita yang bersuami…” (QS An-Nisa 4:24)

 

وفي قوله تعالى

Dan firman Allah Ta’ala:

 

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي

Artinya: “Dan aku tidak membebaskan driku (dari kesalahan)…” (QS Yusuf 12:53)

 

فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ

Artinya: “Maka tidak lain jawaban kaumnya….” (QS An-Naml 27:56)

 

وقوله تعالى:  وَمَن يَقْنُتْ مِنكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ

Dan firman Allah Ta’ala (Artinya) : “Dan barangsiapa di antara kamu sekalian (isteri-isteri Nabi) tetap taat kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya….” (QS Al-Ahzab 33:31)

 

وفي قوله تعالى

Dan firman Allah Ta’ala:

 

وَمَا أَنزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِ مِن بَعْدِهِ مِن جُندٍ مِّنَ السَّمَاءِ

Artinya: “Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal dunia) suatu pasukan pun dari langit….”  (QS Yaasin 36:28)

 

وفي قوله تعالى:  إِلَيْهِ يُرَدُّ عِلْمُ السَّاعَةِ

 

Dan firman Allah Ta’ala (Artinya): “Kepada-Nyalah dikembalikan pengetahuan tentang kiamat….” (QS Fushshilat 41:47)

 

وفي قوله تعالى:  وَبَدَا لَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا

Dan firman Allah Ta’ala (Artinya): “Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat….” (QS Az-Zumar 9:48)

 

 

وفي قوله:  قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ

Dan firman Allah Ta’ala (Artinya): “Ibrahim bertanya, ‘Apakah urusanmu, wahai para utusan.’” (QS Adz-Dzaariyaat 51: 31)

 

وكذلك الأحزاب كقوله تعالى

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ

Begitu pula pada pembagian hizib, seperti dalam firman Allah Ta’ala:

Artinya: “Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah Ta’ala dalam beberapa hari yang tertentu….”  (QS Al-Baqarah 2:203)

 

وقوله تعالى:  قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَٰلِكُمْ

Artinya: “Katakanlah, ‘Ingatlah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik daripada yang demikian itu….”  (QS Ali-Imran 3:15)

 

فكل هذا وشبيهه ينبغي أن يبتدأ به ولا يوقف عليه فإنه متعلق بما قبله ولا يغترن بكثرة الغافلين له من القراء الذين لا يراعون هذه الآداب ولا يفكرون في هذه المعاني

Maka semua itu dan yang semisalnya, sepatutnya tidak memulai dan tidak pula berhenti di situ karena itu makna kalimatnya berkaitan dengan yang sebelumnya. Jangan sampai terpedaya karena banyaknya pembaca Al-Qur’an yang lalai dan tidak memperhatikan adab-adab ini dan tidak pula memikirkan makna-maknanya.

 

وامتثل ما روى الحاكم أبو عبد الله باسناده عن السيد الجليل الفضيل بن عياض رضي الله عنه قال لا تستوحش طرق الهدى لقلة أهلها ولا تغترن بكثرة الهالكين ولا يضرك قلة السالكين

Ikutilah pendapat yang diriwayatkan oleh Al-Hakim Abu Abdillah dengan sanadnya dari As-Sayyid yang mulai Al-Fudhail bin ‘Iyadh radhiyallohu ‘anhu katanya: “Janganlah merasa kesepian di jalan kebenaran karena sedikit pengikutnya dan jangan terpedaya dengan banyaknya orang yang rusak. Sedikitnya orang yang melewati jalan kebenaran tidaklah membahayakanmu.”

 

ولهذا المعنى قالت العلماء قراءه سورة قصيرة بكاملها أفضل من قراءة بعض سورة طويلة بقدر القصيرة فانه قد يخفى الارتباط على بعض الناس في بعض الأحوال

Oleh sebab inilah para ulama berkata: “Membaca suatu surah yang pendek secara lengkap lebih baik daripada membaca sebagian surah panjang sekedar panjangnya surah yang pendek tersebut, karena kadang-kadang sebagian orang tidak mengetahui hubungan makna antar ayat-ayatnya.”

 

وقد روى ابن أبي داود باسناده عن عبد الله بن أبي الهذيل التابعي المعروف رضي الله عنه قال كانوا يكرهون أن يقرؤوا بعض الآية ويتركوا بعضها

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dawud dengan sanadnya dari Abdullah bin Abul Huzail radhiyallohu ‘anhu, seorang tabi’in yang ma’ruf, katanya: “Mereka tidak suka membaca sebagian ayat dan meninggalkan sebagiannya.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Muslim Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Kalender

Februari 2017
M S S R K J S
« Jan   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728  
%d blogger menyukai ini: