At – Tibyan (06. Akhlak Penghafal Al-Qur’an )


الباب الخامس في آداب حامل القرآن

قد تقدم جمل منه في الباب الذي قبل هذا

Bab : Akhlak Penghafal Al-Qur’an

Sebenarnya adab-adab ini sudah saya kemukakan sebagiannya pada bagian yang sebelum ini.

 

ومن آدابه أن يكون على أكمل الأحوال وأكرم الشمائل وأن يرفع نفسه عن كل ما نهى القرآن عنه إجلالا للقرآن وأن يكون مصونا عن دنئ الاكتساب شريف النفس مرتفعا على الجبابرة والجفاة من أهل الدنيا متواضعا للصالحين وأهل الخير والمساكين وأن يكون متخشعا ذا سكينة ووقار

Diantara adab-adab menghafal Al-Qur’an ialah: Hendaknya berada dalam keadaan paling sempurna dan perilaku paling mulia, hendaknya dia menjauhkan dirinya dari segala sesuatu yang dilarang Al-Qur’an, hendaknya dia terpelihara dari pekerjaan yang rendah, berjiwa mulia, tidak merasa rendah diri terhadap para penguasa yang sombong dan pencinta dunia yang buruk, merendahkan diri kepada orang-orang sholeh dan ahli kebaikan, serta kaum miskin, hendaklah dia seorang yang khusyuk memiliki ketenangan dan wibawa.

فقد جاء عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه أنه قال يا معشر القراء ارفعوا رؤوسكم فقد وضح لكم الطريق فاستبقوا الخيرات لا تكونوا عيالا على الناس

Diriwayatkan dari Umar bin Al-Khattab radhiyallohu ‘anhu bahwa dia berkata: “Wahai para qari (yang mahir membaca) Al-Qur’an, angkatlah kepalamu! Jalan telah jelas bagimu dan berlombalah kamu untuk berbuat kebaikan dan janganlah kamu menggantungkan diri kepada orang lain.”

 

وعن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال ينبغي لحامل القرآن أن يعرف بليله إذا الناس نائمون وبنهاره إذا الناس مفطرون وبحزنه إذا الناس يفرحون وببكائه إذا الناس يضحكون وبصمته إذا الناس يخوضون، وبخشوعه إذا الناس يختالون وعن الحسن بن علي رضي الله عنه قال إن من كان قبلكم رأوا القرآن رسائل من ربهم فكانوا يتدبرونها بالليل ويتفقدونها في النهار

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallohu ‘anhu, katanya: “Hendaklah penghafal Al-Qur’an dikenali dengan (shalat) malamnya ketika orang lain sedang tidur dan dengan (puasanya) di siang hari ketika orang lain sedang berbuka, dengan sedihnya ketika orang lain bergembira, dengan tangisnya ketika orang lain tertawa, dengan diamnya ketika orang lain bercakap dan dengan khusyu’nya ketika orang lain membanggakan diri.” Diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali radhiyallohu ‘anhuma, katanya: “Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu memandang Al-Qur’an adalah surat-surat dari Tuhan mereka. Maka mereka merenunginya di waktu malam dan mengamalkannya di waktu siang.”

 

وعن الفضيل بن عياض قال ينبغي لحامل القرآن أن لا تكون له حاجة إلى أحد من الخلفاء فمن دونهم

Al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata: “Penghafal Al-Qur’an semestinya tidak meminta kebutuhannya kepada khalifah (penguasa) dan kepada orang-orang yang berada di bawah kekuasaannya.”

 

وعنه أيضا قال حامل القرآن حامل راية الإسلام لا ينبغي أن يلهو مع من يلهو ولا يسهو مع من يسهو ولا يلغو مع من يلغو تعظيما لحق القرآن

Beliau juga berkata: “Penghafal Al-Qur’an adalam pembawa panji Islam. Tidaklah patut dia bermain bersama orang yang bermain, lalai bersama orang yang lalai dan mengobrol dalam majelis obrolan yang sia-sia, demi untuk mengagungkan Al-Qur’an.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Muslim Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Kalender

November 2016
M S S R K J S
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
%d blogger menyukai ini: