At – Tibyan (06. Akhlak Penghafal Al-Qur’an – 25. Membiasakan Membaca Al-Qur’an di Malam Hari)


[فصل] في المحافظة على القراءة بالليل ينبغي أن يكون اعتناؤه بقراءة الليل أكثر قال الله تعالى

Masalah ke-25:  Senantiasa membaca Al-Quran di waktu malam

Hendaklah seorang penghafal Al-Qur’an lebih banyak membaca Al-Qur’an pada waktu malam dan dalam shalat malam. Allah berfirman:

مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ () يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ

Artinya: “…diantara ahli kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sholat). Mereka beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hari akhir, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) berbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang sholeh. (QS Ali Imran: 113-114)

 

وثتب في الصحيحين عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: أنه قال

Diriwayatkan dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim dari Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:

 

نعم الرجل عبد الله لو كان يصلي من الليل

Artinya: “Sebaik-baik lelaki ialah Abdullah, seandainya dia shalat malam.”

 

وفي الحديث الآخر من الصحيح أنه صلى الله عليه وسلم: قال

Dalam hadits lainnya dalam kitab Shahih disebutkan bahwa Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يا عبد الله لا تكن مثل فلان كان يقوم الليل ثم تركه

Artinya: “Wahai Abdullah, janganlah engkau menjadi seperti si fulan; dulunya dia kerjakan shalat malam, kemudian meninggalkannya.”

 

وروى الطبراني وغيره عن سهل بن سعد رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: قال

Diriwayatkan oleh Thabarani dan lainnya dari Sahl bin Sa’ad radhiyallohu ‘anhu dari Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

 

شرف المؤمن قيام الليل

“Kemulian orang mukmin adalah shalat malamnya.”

 

والأحاديث والآثار في هذا كثيرة وقد جاء عن أبي الأحوص الحبشي قال إن كان الرجل ليطرق الفسطاط طروقا أي يأتيه ليلا فيسمع لأهله دويا كدوي النحل قال فما بال هؤلاء يأمنون ما كان أولئك يخافون

Banyak hadits dan atsar berkenaan dengan hal ini. Diriwayatkan dari Abu Ahwash Al-Jusyamiy, katanya: “Sekiranya seseorang mendatangi sebuah kemah pada waktu malam sehingga dia mendengar suara dari penghuninya yang seperti dengungan lebah. Katanya: “Kenapa mereka merasa aman dari apa yang ditakutkan oleh orang lain?”

 

عن إبراهيم النخعي كان يقول اقرؤوا من الليل ولو حلب شاة

وعن يزيد الرقاشي قال إذا أنا نمت ثم استيقظت ثم نمت فلا نامت عيناي

Diriwayatkan dari Ibrahim An-Nakha’i bahwa dia berkata: “Bacalah Al-Qur’an pada waktu malam, walaupun lamanya sekedar seperti memerah susu kambing.” Diriwayatkan dari Yazid Ar-Raqasyi, katanya: “Jika aku tidur, kemudian aku terbangun, kemudian aku tidur, maka kedua mataku tidak dapat tidur.”

 

قلت وإنما رجحت صلاة الليل وقراءته لكونها أجمع للقلب وأبعد عن الشاغلات والملهيات والتصرف في الحاجات وأصون عن الرياء وغيره من المحبطات مع ما جاء الشرع به من إيجاد الخيرات في الليل

Saya katakan: “Sesungguhnya shalat malam dan membaca Al-Qur’an di saat itu amat diutamakan karena ia lebih menyatukan hati dan lebih jauh dari hal-hal yang menyibukkan dan melalaikan serta memalingkan hal-hal yang dibutuhkan. Di samping itu ia lebih mampu menjaga dari riya’ dan hal-hal lain yang sia-sia. Disamping juga ia menjadi sebab timbulnya kebaikan-kebaikan pada waktu malam.”

 

فإن الإسراء برسول الله صلى الله عليه وسلم: كان ليلا

Sesungguhnya Isra’ Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam terjadi pada waktu malam.

وحديث

نزل ربكم كل ليلة إلى سماء الدنيا حين يمضي شطر الليل فيقول هل من داع فأستجيب له الحديث

Disebutkan dalam sebuah hadits :

Artinya: “Tuhanmu turun setiap malam ke langit dunia ketika berlalu separuh malam, kemudian berkata: “Adakah yang berdoa supaya Aku kabulkan doanya.”

 

وفي الحديث أن رسول الله صلى الله عليه وسلم: قال

Diriwayatkan dalam hadits bahwa Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

في الليل ساعة يستجيب الله فيها الدعاء كل ليلة

Artinya: “Pada waktu malam ada suatu saat di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan doa, setiap malam.”

 

وروى صاحب بهجة الأسرار بإسناده عن سليمان الأنماطي قال رأيت علي بن أبي طالب رضي الله عنه في المنام يقول

Diriwayatkan oleh penulis Bahjatul Asraar dengan sanadnya dari Sulaiman Al-Anmathi, katanya: “Aku pernah bermimpi melihat Ali bin Abu Thalib radhiyallohu ‘anhu berkata:

 

لولا الذين لهم ورد يقومونا * ولم وآخرون لهم سرد يصومونا * بين لدككت أهل أرضكم من تحتكم سحرا * حديث لأنكم قوم سوء لا تطيعونا

“Kalau bukan karena orang yang shalat di malam hari dan lainnya puasa pada waktu siang. Niscaya bumimu telah digoncangkan dari bawahmu karena kamu kaum yang buruk dan tidak taat.”

 

واعلم أن فضيلة القيام بالليل والقراءة فيه تحصل بالقليل والكثير وكلما كثر كان أفضل إلا أن يستوعب الليل كله فإنه يكره الدوام عليه وإلا أن يضر بنفسه

Ketahuilah bahwa keutamaan shalat malam dan membaca Al-Qur’an ketika itu sedikit banyak akan menghasilkan sesuatu. Semakin banyak hal itu dilakukan, maka semakin baik. Kecuali jika menghabiskan seluruh malam karena yang demikian itu makruh bila dijadikan kebiasaan, selain juga dapat membahayakan dirinya.

 

ومما يدل على حصوله بالقليل حديث عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم

Di antara dalil yang menunjukkan tercapainya keutamaan itu meskipun dengan amalan sedikit ialah hadits Abdullah bin ‘Amr Ibnu Al-Ash radhiyallohu ‘anhu, katanya: Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

من قام بعشر آيات لم يكتب من الغافلين ومن قام بمائة آية كتب من القانتين ومن قام بألف آية كتب من المقسطين رواه أبو داود وغيره

Artinya: “Barangsiapa shalat malam dan membaca sepuluh ayat, dia tidak ditulis (dimasukkan) kedalam golongan orang yang lalai. Barangsiapa yang shalat dengan membaca seratus ayat, dia ditulis dalam golongan orang yang taat. Dan barangsiapa yang shalat membaca seribu ayat, dia ditulis ke dalam golongan orang yang adil.” (Riwayat Abu Dawud dan lainnya)

 

وحكى الثعلبي عن ابن عباس رضي الله عنهما قال من صلى بالليل ركعتين فقد بات لله ساجدا وقائما

Ats-Tsa’labi menceritakan dari Ibnu Abbas radhiyallohu ‘anhuma, katanya: “Barangsiapa shalat dua rakaat pada waktu malam, maka dia dianggap bermalam dalam keadaan sujud dan berdiri menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Muslim Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Kalender

November 2016
M S S R K J S
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
%d blogger menyukai ini: