At – Tibyan (05. Adab-Adab Mengajar Dan Belajar Al-Qur’an – 22. Semangat Menuntut Ilmu)


[فصل] وينبغي أن يبكر بقراءته على الشيخ أول النهار لحديث النبي صلى الله عليه وسلم

Masalah ke-22:  

Hendaklah dia pergi kepada gurunya untuk belajar di pagi hari berdasarkan hadits Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam :

اللهم بارك لأمتي في بكورها

Artinya: “Ya Allah, berkatilah umatku di waktu pagi hari.”

 

وينبغي أن يحافظ على قراءة محفوظه وينبغي أن لا يؤثر بنوبته غيره فإن الإيثار مكروه في القرب بخلاف الإيثار بحظوظ النفس فإنه محبوب فإن رأى الشيخ المصلحة في الإيثار في بعض الأوقات لمعنى شرعي فأشار عليه بذلك امتثل أمره

Hendaklah dia menjaga bacaan hafalannya dan tidak mendahulukan orang lain pada waktu gilirannya, karena mendahulukan orang lain dalam hal ibadah adalah makruh. Lain halnya dengan kesenangan nafsu, maka mendahulukan orang lain lebih disukai. Jika guru melihat adanya maslahat yang syar’i dengan mendahulukan seseorang, kemudian menasihatinya agar berbuat demikian, maka dia perlu mematuhi perintahnya.

 

ومما يجب عليه ويتأكد الوصية به ألا يحسد أحدا من رفقته أو غيرهم على فضيلة رزقه الله إياها وأن لا يعجب بنفسه بما خصه الله وقد قدمنا ايضاح هذا في آداب الشيخ

Termasuk kewajiban bagi seorang murid yang harus senantiasa diingatkan adalah jangan iri hati kepada kawannya atau orang lain dikarenakan adanya suatu keutamaan yang dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada orang tersebut, dan jangan pula berbangga diri atas keistimewaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya. Penjelasan hal ini telah saya kemukakan dalam Sub Bab : Adab-Adab Guru.

 

وطريقه في نفي العجب أن يذكر نفسه أنه لم يحصل ما حصله بحوله وقوته وإنما هو فضل من الله ولا ينبغي أن يعجب بشئ لم يخترعه بل أودعه الله تعالى فيه

Cara menghilangkan kebanggaan diri itu ialah dengan mengingatkan dirinya bahwa dia tidak mencapai hal itu dengan daya dan kekuatannya, tetapi merupakan anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidaklah pantas dia membanggakan sesuatu yang tidak diupayakannya, bahkan itu adalah pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala padanya.

 

وطريقه في نفي الحسد أن يعلم أن حكمة الله تعالى اقتضت جعل هذه الفضيلة في هذا فينبغي أن لا يعترض عليها ولا يكره حكمة أرادها الله تعالى ولم يكرهها

Cara untuk menghilangkan iri hati ialah dengan menyadari bahwa sesuai hikmah Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dia menghendaki untuk memberikan keutamaan tertentu kepada orang yang dikehendaki-Nya. Maka tidak sepantasnya dia menyanggahnya dan tidak pula membenci hikmah yang sudah ditetapkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Muslim Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Kalender

November 2016
M S S R K J S
« Okt   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
%d blogger menyukai ini: