At – Tibyan (05. Adab-Adab Mengajar Dan Belajar Al-Qur’an – 2. Tidak Berharap Duniawi)


Masalah ke-2:  Tidak Berharap Duniawi

[فصل] وينبغي أن لا يقصد به توصلا إلى غرض من أغراض الدنيا من مال أو رياسة أو وجاهة أو ارتفاع على أقرانه أو ثناء عند الناس أو صرف وجوه الناس إليه أو نحو ذلك

Hendaknya seseorang belajar ilmu agama bukan untuk mendapatkan tujuan duniawi berupa harta atau ketenaran, kedudukan, keunggulannya di atas orang lain, pujian dari orang banyak atau ingin mendapatkan perhatian orang dan hal-hal semacam itu.

 

ولا يشوب المقرئ إقراءه بطمع في رفق يحصل له من بعض من يقرأ عليه سواء كان الرفق مالا أو خدمة وإن قل ولو كان على صورة الهدية التي لولا قراءته عليه لما أهداها إليه قال تعالى

Seorang guru hendaknya mengajar tanpa mengharapkan imbalan apapun dari muridnya, baik berupa pemberian harta ataupun pelayanan meskipun sedikit. Termasuk juga hadiah, sekiranya dia tidak mengajarkan membaca Al-Qur’an, tentulah dia tidak diberi hadiah tersebut. Allah Ta’ala berfirman:

 

مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ

Artinya: “Barangsiapa yang menginginkan keuntungan di akhirat maka Kami tambahkan keuntungan itu untuknya. Barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagianpun di akhirat.” (QS Asy-Syuura 42:20)

 

وقال تعالى

Allah berfirman:

 

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ

Artinya: “Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki.” (QS Al-Israa’ 17:18)

 

وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu, Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

من تعلم علما يبتغي به وجه الله تعالى لا يتعلمه إلا ليصيب به غرضا من الدنيا لم يجد عرف الجنة يوم القيامة )رواه أبو داود بإسناد صحيح(

 

Artinya: “Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang semestinya untuk meraih keridhaan Allah Ta’ala, namun dia mempelajarinya hanya untuk mendapat kesenangan dunia, maka dia tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat.” (Riwayat Abu Dawud dengan sanad Shahih)

 

ومثله أحاديث كثيرة

Dan masih banyak lagi hadits-hadits seperti di atas.

 

وعن أنس وحذيفة وكعب بن مالك رضي الله عنهم أن رسول الله صلى الله عليه وسلم: قال

Diriwayatkan dari Anas, Hudzaifah dan Ka’ab bin Malik Radhiyallohu ‘anhum bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

من طلب العلم ليماري به السفهاء أو يكاثر به العلماء أو يصرف به وجوه الناس إليه فليتبوأ مقعده من النار )رواه الترمذي من رواية كعب بن مالك وقال أدخله النار(

Artinya: “Barangsiapa menuntut ilmu sekedar untuk mendebat orang-orang yang lemah (bodoh) atau membanggakan diri kepada para ulama atau untuk mendapatkan perhatian orang-orang kepadanya, maka hendaknya dia menyiapkan tempat duduknya di neraka.” (H.R at-Tirmidzi dari riwayat Ka’b bin Malik,  dan beliau berkata “Alloh akan memasukkannya ke dalam neraka”).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Muslim Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Kalender

Agustus 2016
M S S R K J S
« Jun   Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d blogger menyukai ini: