TAFSIR SURAT YAA SIIN ayat 5 (FAIDAH)



Oleh : Muhammad ibnu Shalih al ’Utsaimin rahimahullah

Firman Allah Ta’ala :

تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

(Artinya) “Sebagai wahyu yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang” [Yaa Siin : 5]

Faidah :

  1. Al Quran itu diturunkan dari sisi Allah Ta’ala, sesuai dengan firmanNya : “Sebagai wahyu yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang”.
  2. Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Al Quran merupakan firman Allah yang bukan makhluk.
  3. Ketetapan mengenai tingginya kedudukan Allah Ta’ala, sesuai dengan firmanNya : “yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa”. Dan turun itu tidak mungkin terjadi kecuali dari atas. Dan ketinggian Allah Ta’ala telah ditunjukkan oleh Al Kitab (Al Quran), as Sunnah, ijma’, akal dan fitrah. Kelima macama dalil di atas menunjukkan tingginya kedudukan Allah ‘Azza wa Jalla.
  4. Di antara manfaat yang bisa dipetik dari ayat yang mulia di atas adalah penetapan Al ‘Aziiz dan Ar Rahiim sebagai dua dari nama-nama Allah serta penetapan sifat-sifat yang dikandungnya. Juga hikmah yang dikandung oleh Ar Rahiim. Dan di antara makna Al ‘Aziiz adalah Yang Dominan.
  5. Di antara manfaat lain dari ayat di atas adalah pemberian peringatan kepada orang-orang yang menentang Al Quran ini, yaitu dengan penisbatan kata “tanziila” kepada “al ‘Aziiz”. Sebab, jika dikatakan “ini datang dari Dzat yang Maha Perkasa” maka peringatan tersebut ada karena adanya pelanggaran terhadap apa yang diturunkan tersebut (al Quran), karena ia diturunkan dari Dzat yang Maha Perkasa.
  6. Al Quran, bahkan syari’at secara keseluruhan merupakan pengaruh dari rahmat Allah, sesuai dengan firmanNya : “Sebagai wahyu yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang”.

Oleh karena itu, jika Anda tanyakan, “Di mana letah rahmat Allah pada hukuman potong tangan bagi pencuri? Juga pada hukuman rajam terhadap pezina yang muhshan (yang sudah menikah)? Serta pada pembunuhan terhadap pembunuh? Dan lain sebagainya?”

Jawabnya, bahwa rahmat pada semuanya itu sudah sangat jelas sekali. Di mana pada hukuman potong tangan itu terkandung rahmat, baik bagi pencuri maupun yang lainnya. Sebagai rahmat bagi pencuri, karena hukuman itu akan membuatnya jera sehingga tidak berani mencuri lagi, sekaligus sebagai kaffarat (penebus) atas dosanya. Sebab hukuman hadd itu merupakan kaffarat yang dapat menghapuskan dosa pelakunya. Selain itu, hukuman hadd tersebut juga sebagai upaya memperbaiki masyarakan dan melindungi mereka dari kekacauan. Dan itulah rahmat. Dan kami pun berpendapat sama terhadap hukuman hadd lainnya dan hukuman qishash, di aman semuanya itu merpuakan bagian dari rahmat Allah Ta’ala.

 

Sumber : ”Lautan Hikmah” Tafsir Surat YASIN, Pustaka Ibnu Katsir.

Iklan

2 Komentar (+add yours?)

  1. Robiatul
    Nov 03, 2011 @ 12:38:38

    Tafsir pada ayat 5 ini ckup bgus n detail tp ada yg ingin saya tanyakn, pada ayat tersebut knapa trtulis tanzila knapa tdak tanzilu??mhon pnjelasn nya. Mksh

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Muslim Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Kalender

Agustus 2011
M S S R K J S
« Jun   Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d blogger menyukai ini: