TAFSIR SURAT YUSUF AYAT KE- 10 s.d 14


 

Diterjemahkan dari : kitab taisirul karimi ar Rahman fi tafsiri kalami al Mannan

Penulis : Syaikh Abdurrohman bin Nashir bin as Sa’diy

Nama surat : Yusuf bin Ya’qub عليهما الصلاة والسلام

Status : Makkiyyah

 

 

قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ لَا تَقْتُلُوا يُوسُفَ وَأَلْقُوهُ فِي غَيَابَةِ الْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ (10)

 

10.  Seorang diantara mereka berkata: “Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kamu hendak berbuat.”

 

TAFSIR :

[Seorang di antara mereka berkata] yaitu salah seorang saudara Yusuf yang mereka berkeinginan untuk membunuh atau mengasingkan Yusuf

[Janganlah kalian membunuh Yusuf] sungguh membunuhnya adalah sebesar-besar dan seburuk-buruk dosa. Sedangkan tujuan masih bisa dicapai dengan menjauhkan Yusuf dari bapaknya tanpa membunuhnya. Akan tetapi kalian dapat mengasingkannya dengan cara melemparkannya [ke dasar sumur] dan kalian mengancamnya supaya dia tidak menceritakan perihal kalian bahkan dia adalah seorang hamba sahaya yang melarikan diri dari kalian, supaya [dia dipungut oleh beberapa orang musafir] yang mana mereka menuju tempat yang jauh, sehingga mereka memungutnya.

(Saudara Yusuf) yang berbicara ini adalah pendapat yang paling baik mengenai saudara mereka Yusuf,  dan orang yang paling baik dan paling bertakwa dalam permasalahan ini. Sesungguhnya sebagian perbuatan buruk lebih ringan daripada sebagian yang lainnya, dan bahaya yang ringan dapat menolak bahaya yang lebih berat.

Setelah mereka bersepakat atas pendapat tersebut…

 

قَالُوا يَا أَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَنَّا عَلَى يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُ لَنَاصِحُونَ (11) أَرْسِلْهُ مَعَنَا غَدًا يَرْتَعْ وَيَلْعَبْ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ (12) قَالَ إِنِّي لَيَحْزُنُنِي أَنْ تَذْهَبُوا بِهِ وَأَخَافُ أَنْ يَأْكُلَهُ الذِّئْبُ وَأَنْتُمْ عَنْهُ غَافِلُونَ (13) قَالُوا لَئِنْ أَكَلَهُ الذِّئْبُ وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّا إِذًا لَخَاسِرُونَ (14)

11.  Mereka berkata: “Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya.

12.  Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan Sesungguhnya kami pasti menjaganya.”

13.  Berkata Ya’qub: “Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan Aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah dari padanya.”

14.  Mereka berkata: “Jika ia benar-benar dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat), Sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi[5].”

 

[5]  Maksudnya: menjadi orang-orang pengecut yang hidupnya tidak ada artinya.

 

 

Saudara-saudara Yusuf berkata, menyampaikan maksud mereka kepada bapak mereka [Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya] yaitu : ada apa gerangan engkau mengkhawatirkan Yusuf ke atas kami, tanpa ada sebab dan alasan?

[padahal Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya] Kami mengasihinya, menyayanginya sebagaimana menyayangi diri kami sendiri. Kisah di atas menunjukkan bahwa Ya’qub ‘alaihis salam tidak membiarkan Yusuf pergi bersama saudara-saudaranya ke sebuah gurun dan semisalnya.

Selepas mereka menaburkan tuduhan supaya Yusuf diperbolehkan ikut dengan mereka, kemudian mereka memberitahukan kebaikan dan keramahan Yusuf yang disukai oleh bapaknya,  dengan tujuan supaya Yusuf diperbolehkan ikut pergi bersama mereka. Mereka berkata [Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main] [dan Sesungguhnya kami pasti menjaganya] yakni menjaganya dari marabahaya.

Lantas Ya’qub menjawab [Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku] yaitu kepergian kalian semata bersama Yusuf membuatku bersedih dan terasa berat bagiku, aku tidak kuasa berpisah dengannya meskipun sebentar saja. Hal tersebut adalah salah satu penghalang diperbolehkannya Yusuf pergi. Penghalang kedua adalah [Aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah dari padanya] yaitu di saat kalian lalai, sedangkan ia (Yusuf) masih kecil dan tidak bisa membela diri dari serigala.

[Mereka berkata: “Jika ia benar-benar dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat)] yaitu segolongan yang sangat ingin untuk menjaga.

[Sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi] yaitu tidak ada kebaikan pada kami dan tidak ada manfaat yang bisa diharapkan dari kami, apabila serigala bisa memakan Yusuf dan mengalahkan kami.

Setelah mereka menjelaskan panjang lebar alasan-alasan yang memungkinkan Yusuf ikut pergi, dan tidak adanya penghalang, maka kemudian Ya’qub memberikan izin kepada Yusuf dikarenakan rasa sayangnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Muslim Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Kalender

Oktober 2010
M S S R K J S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
%d blogger menyukai ini: