Tentang Istilah Surat Makkiyah dan Madaniyah



Oleh : al Imam as Suyuti rahimahullah

Ketahuilah, bahwasannya ada tiga macam pendapat di kalangan manusia berkenaan dengan istilah Makkiyah (al Makkiy) dan Madaniyah (al Madaniy).

Yang paling masyhur, al Makkiy adalah ayat-ayat yang turun sebelum hijrah. Adapun al Madaniy adalah ayat-ayat yang turun setelah hijrah, baik itu turun di Madinah maupun di Makkah pada tahun Fathu Makkah, pada saat haji Wada’ maupun saat safar. ‘Ustman bin Sa’id ar Rozy mengeluarkan (riwayat) dengan sanad sampai kepada Yahya bin Salam berkata : Ayat-ayat yang turun di Makkah dan dalam perjalanan ke Madinah sebelum Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam sampai ke Madinah maka ayat tersebut termasuk al Makkiy. Sedangkan ayat-ayat yang turun kepada beliau di dalam safar-safarnya sesudah sampai ke Madinah maka disebut al Madaniy. Inilah atsar yang diambil dari beliau bahwasannya ayat-ayat yang turun saat perjalanan hijrah Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam disebut al Makkiy secara istilah.

Pendapat kedua, al Makkiy adalah ayat-ayat yang turun di Makkah meskipun sesudah hijrah. Adapun al Madaniy adalah ayat yang turun di Madinah. Dengan inilah kami menetapkan al Wasithah, yakni ayat-ayat yang turun pada saat safar tidak disebut dengan al Makkiy, tidak pula al Madaniy. Imam at Thabraniy mengeluarkan di dalam al Kabir dari jalur al Walid bin Muslim dari ‘Ufair bin Mi’dan dari Salim bin ‘Amir dari Abi Umamah berkata, Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Al Quran turun pada tiga tempat; Makkah, Madinah dan Syam. Al Walid berkata, (Syam) maksudnya adalah Baitul Maqdis. Syaikh ‘Imaduddin Ibnu Katsir berkata, tafsir yang lebih baik (Syam) adalah Tabuk. Saya berkata, termasuk Makkah adalah daerah pinggirannya seperti ayat yang turun di Mina, ‘Arofah dan Hudaibiyah. Dan termasuk Madinah adalah kawasan sekitarnya seperti ayat yang turun di Badar, Uhud dan Sila’.

Pendapat ketiga, al Makkiy adalah ayat yang diturunkan kepada penduduk Makkah, dan al Madaniy adalah ayat-ayat yang diturunkan kepada penduduk Madinah. Demikian pendapat yang dinisbatkan kepada Ibnu Mas’ud radiyallohu ‘anhu. Al Qadhi Abu Bakar berkata di dalam al Intishar, definisi al Makkiy dan al Madaniy hanyalah bersumber dari para sahabat dan tabi’in, bukan dari Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam karena beliau tidak memerintahkannya. Allah Ta’ala tidak menjadikan pengetahuan tentang hal ini sebagai sebuah kewajiban bagi umat (Islam). Namun wajib bagi sebagian ummat, yakni para ahli ilmu untuk mengetahui sejarah, nasikh dan mansukh. Hal ini dapat diketahui tanpa nash dari Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam.

Sumber : al Itqan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Muslim Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Kalender

September 2010
M S S R K J S
« Agu   Okt »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
%d blogger menyukai ini: